Skip to content

Agar Hati Selalu Damai

2 Mei 2011

Agar Hati Selalu Damai
Kamis, 07/08/2008 06:20 WIB | email | print

Assalamu’alaikum Wr Wb

1.Ustadz, bagaimana caranya membuat Hati kita agar selalu damai

2. Ustadz bagaimana caranya menghadapi teman yang ingin mengetahui kehidupan secara jauh?

probolinggo
Jawaban

Wa’alaikum salam wr wb.

Ananda yang saya hormati, hati akan selalu damai bila kita dapat mengelolanya dengan baik. Dan mengelola yang baik adalah dengan mengikuti petunjukan Sang Pembuat hati tersebut yakni Allah SWT yang dalam firmanNya menyatakan “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’d (13) ayat 28).

Lalu bagaimana cara mengingat Allah? Lakukan dengan POWER. Power yang berati menguatkan diri untuk selalu dekat dengan Allah dan juga sebagai rumus sebagai berikut: Pelajari sejarah orang-orang besar (shaleh). Obati hati dengan Al-Qur’an, Waspada dengan kemaksiatan. Enyahkan kemalasan dan Rendah hati jangan dilupa.

Pelajari sejarah orang-orang besar. Cobalah kita menyimak perjalanan orang-orang shaleh yang dengan sungguh-sungguh mebersihkan hati dan dirinya untuk menjadi inssn yang bertaqwa. Para nabi dan rasul serta sahabat termasuk juga orang-orang yang kembali ke jalan Ilahi yang sebelumnya hidup dalam kemaksiatan dapat kita ambil pelajaran dan hikmahnya. Betapa teguh dan gigihnya mereka untuk mempertahankan dan mengaktualisasikan imannya. Mereka harus melewati segala rintangan dan ujian dari yang ringan hingga yang berat. Dari sekedar caci maki, sindiran, dikucilkan hingga jiwanya menjadi korban pun ia siap semata-mata hanya untuk selalu dekat dan bersama Allah SWT. Baca buku-buku perjalanan para Nabi atau Sahabat atau juga Tokoh-tokoh kontemporer yang hanya karena ia komitmen untuk menjadi Muslim sejati, ia siap untuk mengorbankan segalanya.

Obati hati dengan Al-Qur’an. Sebagaimana kita ketahui bahwa nama lain dari Al-Qur’an adalah As Syifa’ yang berarti Obat. Artinya bahwa hati ini akan bisa lebih tenang bila kita merasa selalu bersama Allah. Dan untuk itu hendaklah kita selalu mendengarkan dan membacakan apa-pa yang telah Allah Firmankan. Dengan kata lain sering-seringlah membaca Al-Qur’an dengan rutin dan pelajari isinya melalui sarana pengajian atau majelis taklim, karena dengan demikian hati kita selalu terisi dengan cahaya-cahaya Ilahi.

Waspada kemaksiatan. Hindari segala macam jalan yang akan menuju kita ke arah kemaksiatan. Jangankan untuk berbuat namun harus dihindari sebelumnya artinya lebih kepada tindakan preventif (pencegahan), sebagaimana Allah memfirmankan untuk tidak mendekati zina, bukan untuk tidak berbuat zina. Bentengi diri dari berbagai macam kemaksiatan baik dari yang kecil maupun yang besar.

Enyahkan kemalasan. Mari kita mendobrak kemalasan. Ya, malas memulai melakukan sesuatu adalah dalih yang paling berbahaya. Hal ini karena ia membunuh potensi Anda. Ketika rasa malas muncul, Anda akan tampil di bawah performance maksimal Anda, sehingga Anda menjadi kurang bernilai dan kurang bermanfaat di hadapan diri sendiri dan orang lain. Padahal Nabi telah menganjurkan setiap orang agar bermanfaat untuk lingkungannya. “Yang paling baik di antaramu adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” Termasuk malas untuk melaksanakan segala apa yang telah Allah perintahkan baik itu yang bersifat wajib maupun sunnah.

Banyak alasan dari belum melakukan sesuatu, mungkin karena sibuk dengan kegiatan lain, belum merasa urgen (terdesak), belum merasakan manfaatnya, belum memiliki kemampuan, dan lain-lain. Anda mempunyai berbagai alasan terhadap ketidakmauan Anda melakukan sesuatu. Namun alasan yang paling berbahaya adalah ketika Anda tidak melakukan sesuatu karena malas memulainya!.

Jangan pernah merasa takut bila menganggap Allah tidak akan menerima amalan kita karena kita telah banyak dosa. Namun yakinlah bahwa Allah tidak akan sedikit pun lengah untuk melihat dan mencatat segala amalan-amalan baik kita kapanpun dan di manapun kita berada.Pola hidup inilah yang harus dimiliki orang-orang yang optimis dan tak mengenal putus asa. Karena putus asa hanya milik orang yang kafir terhadap nikmat Allah, bukan milik orang yang beriman kepada Allah. “Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, kecuali orang yang kafir” (QS. 12: 87).

Rendah hati jangan di lupa. Kerendahan hati (tawadhu) adalah sifat yang harus kita miliki jika ingin sukses. Kerendahan hati adalah lawan kata dari takabbur (sombong). Seseorang belum dikatakan rendah hati kecuali jika telah melenyapkan kesombongan yang ada dalam, dirinya. Semakin kecil sifat kesombongan dalam diri seseorang, semakin sempurnalah ketawadhu’annya dan begitu juga sebaliknya.

Impelentasi dari rendah hati adalah bahwa ia harus selalu bersyukur akan segala nikmat yang Allah berikan. Ia tidak merasa gundah gulana melihat orang lain mempunyai kelimpahan harta da kemewahan. Ia juga tidak merasa sombong dengan apa yang dimilikinya dibandingkan mereka yang memiliki kekurangan. Hanya Allahlah tempat ia bersyukur dan mensykuri segala nikmat yang diberikannya dengan hanya mengharap segala keridhoan dariNya dengan apa yang telah diberikan.

Insya Allah dengan kita menjalankan POWER, kita akan merasa dekat dengan Allah. Dan bila kita dekat dengan Allah, hati kitapun akan tenang, tentram dan damai.

Adapun teman Anda yang ingin mengetahui seluk beluk kehidupan Anda. Tanyakanlah apa manfaat dan keperluannya ia perlu mengetahui kepribadian Anda? Kalau mememang tidak ada manfaat dan kebaikan baginya tentang Anda lebih baik Anda menghindar dan tidak usah untuk melayaninya, karena hal itu hanya perbuatan yang sia-sia dan cenderung kepada perbuatan yang mengarah pada gosip semata dan menambah dosa.

Semoga bermanfaat.

Filed under: – – – dari eramuslim.com | Komentar Dimatikan
Salat Dalam Kehidupan Seorang Muslim
Posted on Maret 25, 2011 by Situs islam: http://www.alsofwah.or.id , http://www.muslim.or.id , http://www.almanhaj.or.id , http://www.google.com , http://www.yahoo.com

oleh Ustadz Samson Rahman

Salat merupakan tali pengikat ruhani yang sangat kuat antara seorang hamba dengan Penciptanya. Hubungan yang melambangkan kehinadinaan hamba di hadapan Tuhannya dan keagungan Sang Khaliq di depan hamba-Nya. Salat dengan gamblang menggambarkan kekecilan seorang hamba dan kebesaran Allah. Salat adalah sarana munajat mendekatkan diri kepada Allah.

Salat adalah tangga ruh dan kalbu orang-orang yang merindu Allah..Dengan salat mereka merajut malam di mihrab-mihrab mahabbah dan syauq sambil bercengkerama penuh nikmat dengan Tuhannya yang sedang membuka tirai-tirai langit bagi orang-orang yang sedang istighfar dan munajat. Lambungnya segan berdekatan dengan kasur-kasur empuk.

Mereka berdoa pada Tuhannya dengan air linangan air mata harap dan cemas Hati mereka terasa hangat tatkala lambingan munajat mereka panjatkan di relung-relung malam yang senyap. mereka menyibak awan dan gemintang dengan alunan panjang tasbih dan tahmid kepada Tuhan. Mereka getarkan pintu-pintu langit munajat cinta yang senantiasa bergelora di titian malam yang pendek..

Salat adalah tiang agama dan penyangga rusuk-rusuk dan organ-organ agama yang lain. Jika tiang utama hancur maka kelumpuhan akan segera terjadi pada organ-organ yang lain. Jika tiang utama ini melemah maka kehidupan agama tidak bisa diharapkan bergerak kembali. Keletihan jiwa akan merasuk kelumpuhan ruhani akan menjadi epedemi.

Salat sangat berpengaruh pada pembentukan akhlak dan moralitas seseorang. Dia mampu menjadi imunisasi paling manjur bagi pelakunya untuk terjauhkan dari semua kekejian dan kejahatan. Dia menjadi obat paling mujarab yang menentramkan jiwa para pelakunya dan mampu mencegah pelakunya untuk tidak terjebak dalam kerakusan dan ketamakan. Dia akan mampu menjaga pelakunya untuk senantiasa bersikap rendah hati dan tawadhu’ di hadapan siapa saja. Dia akan mampu mendongkrak harga diri pelakunya di hadapan siapapun yang menyombongkan diri di hadapan Allah.

Salat adalah munajat dan doa. Ia adalah taubat dan inabah. Ia adalah tasbih dan istighfar, tahmid dan takbir serta tahlil yang teramu dalam sebuah untaian prosesi indah menggapai nikmat pertemuan dengan Kekasih.

Salat menjadi terminal seorang hamba dalam perjalanan hidupnya untuk sejenak bersuka-ria bertemu dengan Tuhannya, Sang Maha Diraja. Dalam salatlah mereka merasakan kenikmatan ruhani dan jiwa yang sangat sensasional.. Bahkan ada yang mengatakan : Andaikata penduduk bumi tahu kenikmatan yang kami rasakan saat kami salat, pastilah mereka akan memenggal kepala kami dengan pedang-pedang nan tajam.

Dalam salat, kita menyucikan-Nya, bermunajat dengan firman-firman-Nya. Kita ruku’ dan sujud pada-Nya. Kita renungi kembali asal penciptaan kita yang berasal dari tanah dan unsur-unsur alam yang ada. Dari bahan tersebut, Dia melengkapi kita dengan kemauan dan kekuatan sehingga kita mampu menyucikan, menjunjung, menahan tuntutan fisik dan syahwat, meluruskan instink, menggelorakan kecenderungan menegakkan kesucian dan berusaha melawan penyimpangan-penyimpangan yang mengarah pada kekejian dan kejahatan.

Salat merupakan sarana mendidik jiwa dan memperbaharui semangat serta sebagai penyucian akhlak. Ia adalah tali penguat pengendali diri, pelipur lara, penyejuk jiwa dan pengaman dari rasa takut dan cemas. Ia akan menghancurkan kelemahan dan akan menjadi senjata ampuh bagi mereka yang merasa terasingkan.

Salat membersihkan jiwa dari sifat-sifat buruk. Dia akan menyingkirkan dunia dari hati pelakunya dan akan meletakkannya di telapak tangannya. Dia akan mencari dunia untuk dikendalikan dan bukan dunia yang mengendalikan dirinya.

Salat adalah kebun ibadah yang di dalamnya penuh dengan segala yang menyenangkan dan menggembirakan. Ada takbir, ada ruku’, ada berdiri, ada sujud, ada duduk dan tahiyyat yang di dalamnya penuh dengan munajat. Ia adalah cahaya yang ada di dalam hati seorang mukmin dan nur yang akan memberikan penerangan kala mereka dikumpulkan di padang mahsyar. Sebagaimana Rasulullah sabdakan :

الصلاة نور

Salat itu adalah cahaya (HR. Muslim).

Dengan salat kita minta pertolongan kepada Allah dengan segala kerendahan jiwa yang terekspresikan lewat ruku’ dan sujud, yang terekam dalam semarak doa dan munajat.

واستعينوا بالصبر والصلاة وإنها لكبيرة إلا على الخاشعين

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk (Al-Baqarah : 45).

Salat akan terasa berat jika kekhusyuaan kita demikian hampa, ia akan terasa beban jika kita tidak merindukan pertemuan dengan Sanga Mahakasih. Sebaliknya salat akan terasa nikmat bagi orang-orang yang khusyu’, bagi mereka yang menjadikan salat sebagai tangga menuju pertemuan dengan Sang Khalik. Salat yang benar akan senantiasa mampu menjadi tameng dari maksiat-maksiat yang mungkin akan menenggelamkan ruhani kita dan merubuhkan pilar keimanan kita, serta mematikan potensi keihsanan kita :

اتل ما أوحي إليك من الكتاب وأقم الصلاة إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (Al-Ankabuut : 45).

Barang siapa yang menjaga salatnya, maka salat itu menjadi cahaya dan keterangan (bukti) serta penyelamat baginya di hari kiamat (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani).

Meruyaknya kejahatan di tengah kita bisa saja terjadi yang berupa pemyimpangan, kekejian kekotoran-kekotoran ruhani sangat mungkin terjadi karena salat kita tidak lagi ada bobot nilai-nilai ilahiyahnya. Salat kita hanya berupa rangka-rangka dan gerak yang hampa ruhani. Salat kita laksana mayat yang tanpa ruh, salat kita telah mati saat kita melakukannya.

Ironi, jika peringatan rutin peristiwa Isra’ Mi’raj ya setiap tahun tidak melahirkan salat khusyu’ yang mampu menggetarkan nurani dan menembus hingga ke langit. Salat yang hampa kekhusyu’un dan hampa kerendahan hati akan melahirkan kehampaan-kehampaan baru yang tiada henti.

Maka, sudah saatnylah kita jadikan salat sebagai sumber cahaya yang akan menerangi perjalanan kita menuju Allah Yang Maha Kuasa.

Dengan salat jiwa kita menjadi tentram, sejuk dan segar. Karena dalam salat aliran ketentraman dari langit terus mengalir. Tanpa henti.

Filed under: – – – dari eramuslim.com |

From → artikel islam

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: