Skip to content

Memaknai Dan Menemukan Arti Kebahagiaan

8 Januari 2011

Memaknai kegembiraan tidaklah harus dengan hura hura dan pemborosan tenaga atau materi. Kebahagiaan bisa sangat sederhana untuk dirayakan sesederhana itu pula kebahagiaan bisa diciptakan. Kesyukuran yang penuh dan kesadaran bahwa semua adalah anugrah dari yang maha kuasa, menjadikan hati yang bahagia tunduk dengan penuh kesejukan. Fenomena inilah yang jarang didapat dalam euforia sebuah kebahagiaan dan kesuksesan.

Tidak salah memang jika kita menghadiahi diri sendiri dengan memberi sebuah hadiah khusus bila hati kita tengah berbahagia. Namun satu hal yang harus kita ingat bahwa kebahagiaan itu adalah pemberian dan sudah selayaknyalah kita bersyukur pada sang pemberi itu. Menjadikan kita pribadi yang mudah berterimakasih kepada Allah atas kenikmatan darinya akan menjadikan kita pribadi yang tidak sombong dan lebih pintar memaknai dan menghargai sebuah proses.

lalu bagaimana cara mudah agar kita mendapat kebahagiaan?

kebahagiaan adalah sebuah proses dan efek dari kata kerja yang bernama `bahagia`. Maka lakukan dengan bahagia, tapi bukan untuk kebahagiaan.”

Maksudnya? jangan menjadikan kebahagiaan sebagai tujuan, karena kebahagiaan bukan tujuan akhir. Betapa banyak orang yang hobi menumpuk harta dan memiliki segala benda duniawi namun tidak bahagia. Herannya mereka masih sempat melarikan diri pada narkoba dengan alasan kesenangan. Jadi bahagiakah hidup mereka? Apakah mereka menemukan ketenangan dan kedamaian disana? Tidak.

Kebahagiaan adalah sesuatu yang menggerakkan umat manusia sekarang ini, dan menjadi tujuan sebagian besar umat manusia. Banyak sekali orang bekerja dengan sangat kerasnya mengejar kebahagiaan. Sayangnya, kebahagiaan tidak bisa dikejar. Karena kebahagiaan tidak melulu tentang materi

Kebahagiaan hanya bisa dirasakan, ketika kita melakukan satu kata kerja bernama “bahagia“. Dan cara melakukan bahagia adalah dengan satu kata sederhana : bersyukur. Dan dari sinilah mungkin kita jadi mengetahui alasan mengapa Rasulullah SAW mengajarkan kita semua untuk bersyukur.

Sekali lagi, kebahagiaan bisa sangat sederhana untuk dirayakan sesederhana itu pula kebahagiaan bisa diciptakan. Dan hati yang penuh kesyukuran tentu mengerti dengan sangat bagaimana melakukan semua itu. [syahidah]

From → voa-islam.com

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: