Skip to content

Masuk Neraka Gara-gara Seekor Kucing

8 Januari 2011

Islam telah mengajarkan kepada manusia yang berakal bahwa kebaikan mereka terletak pada keridlaan Rabb-Nya, sedangkan keburukan mereka terletak pada kemurkaan-Nya.

Keridlaan Allah diperoleh dengan mengabdikan diri hanya kepada-Nya. Di samping itu, keridlaan & kemurkaan Allah terletak pada interaksi mereka dengan semua makhluk secara umum. Sikap ihsan kepada Allah tidak akan terwujud kecuali dengan berbuat baik kepada makhluk-makhluk-Nya.

Seseorang yang beribadah kepada Allah dengan menyendiri & kelihatan khusyu’ tidak akan membawa manfaat jika ia masih menyakiti kerabat-kerabatnya, bersikap jelek kepada tetangganya, memutuskan tali silaturahim, menfitnah orang lain, mengadu domba, menyengsarakan manusia dan yang semisalnya. Bahkan juga, ibadah tadi tidaklah bermanfaat baginya jika ia masih bersikap tidak baik kepada makhluk-makhluk Allah yang lemah, meskipun terhadap makhluk yang tidak berakal sekalipun.

Seseorang yang beribadah kepada Allah dengan menyendiri & kelihatan khusyu’ tidak akan membawa manfaat jika ia masih menyakiti kerabat-kerabatnya, . . .

jika ia masih bersikap tidak baik kepada makhluk-makhluk Allah yang lemah, meskipun terhadap makhluk yang tidak berakal sekalipun.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda:

دَخَلَتِ امْرَأَةٌ النَّارَ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا فَلاَ هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلاَ هِيَ أَرْسَلَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ اْلأَرْضِ حَتَّى مَاتَتْ هَزْلاً

“Seorang wanita masuk Neraka karena seekor kucing yang diikatnya. Dia tidak memberinya makan dan tidak membiarkannya makan serangga bumi, sehingga mati kelaparan.” (Muttafaq ‘Alaih)

Ini adalah kisah wanita Himyariyah Israiliyah yang mengurung seekor kucing, tetapi dia tidak memberinya makan dan minum hingga kucing itu mati karena kelaparan dan kehausan.

Ini menunjukkan keras dan kejamnya tabiat wanita itu, betapa buruk akhlaknya, dan tiadanya belas kasih di hatinya. Dia sengaja menyakiti. Jika di hatinya terdapat belas kasih, niscaya dia melepaskan kucing itu. Dan sepertinya dia mengurungnya sepanjang siang dan malam. Ia merasakan haus dan lapar dengan suara yang memelas meminta bantuan dan pertolongan. Suara dengan ciri tersendiri yang dikenal oleh orang-orang yang mengenal suara. Akan tetapi, hati wanita ini telah membatu dan tidak terketuk oleh suara pilu kucing itu. Dia tidak menghiraukan harapan dan impiannya. Suara itu melemah, lalu seterusnya menghilang. Kucing itu mati. Ia mengadu kepada Tuhannya tentang kezhaliman manusia yang hatinya keras dan membatu.

Perbuatan ini telah mencelakakan wanita tersebut, sehingga dia masuk Neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat kucing itu memburu wanita yang menahannya di Neraka. Bekas-bekas cakaran tergores di wajah dan tubuhnya. Beliau melihat itu manakala Surga dan Neraka diperlihatkan kepadanya pada saat shalat gerhana.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat kucing itu memburu wanita yang menahannya di Neraka.

Bekas-bekas cakaran tergores di wajah dan tubuhnya.

Allah memasukkan wanita tersebut ke dalam neraka karena telah mendzalimi makhluk Allah & tidak melaksanakan perintah Allah berupa berbuat baik kepada makhluk-makhluk-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إنَّ الله كَتَبَ الإحسّانَ على كُلِّ شيءٍ، فإذَا قَتَلْتُم فَأَحْسِنُوا القِتْلَة ، وإذا ذَبَحْتُم فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ ، وليُحِدَّ أحدُكُمْ شَفْرَتَهُ ، ولْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan perbuatan baik (ihsan) atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh maka berlakulah baik dalam hal tersebut. Jika kalian menyembelih berlakulah baik dalam hal itu, hendaklah kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihan kalian.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyampaikan kepada kita bahwa kita meraih pahala dengan berbuat baik kepada binatang. Jika dia enggan memberinya makan yang menjaganya, maka dia harus melepasnya dan membiarkannya bebas di bumi Allah yang luas. Ia pasti mendapatkan makanan yang bisa menjaga hidupnya. Lebih-lebih, Allah telah menyediakan rizki bagi kucing tersebut dari sisa-sisa makanan orang, begitu pula serangga-serangga yang ditangkapnya.

Pelajaran dan faedah kisah di atas

1. Besarnya dosa orang-orang yang menyiksa binatang dan menyakitinya dengan memukul dan membunuh. Wanita ini masuk Neraka karena dia menjadi sebab kematian seekor kucing.

2. Boleh menahan (memelihara) binatang seperti kucing, burung, dan sebagainya, jika diberi makan dan minum. Jika tidak mampu atau tidak mau, maka hendaknya melepaskannya dan membiarkannya pergi di bumi Allah yang luas untuk mencari rizkinya sendiri.

3. Di Akhirat, manusia diadzab sesuai dengan perbuatannya di dunia. Wanita ini diserang oleh seekor kucing di Neraka dengan mencakari tubuhnya karena perbuatannya didunia yang menyiksa kucing tersebut.

Oleh: Purnomo

(Pur/voa-islam.com)

From → voa-islam.com

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: